Roy Sulasmono — Inspektor Mobil | PT Inspekta Solusi Otomotif, Kediri · Kasus Nyata di Lapangan · 5 menit baca
Dari ratusan unit yang sudah kami periksa di Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Nganjuk, ada beberapa temuan yang berulang — tidak peduli merek atau tahunnya.
1. Kaki-kaki yang sudah perlu perhatian
Ini temuan paling konsisten, terutama pada unit di atas 5 tahun. Kondisi jalan di Kediri Raya — polisi tidur tinggi, jalan bergelombang — mempercepat keausan shockbreaker dan bushing arm. Tanda paling umum: bunyi gluduk saat melewati jalan tidak rata. Biaya perbaikan bisa Rp1–3 juta tergantung seberapa banyak komponen yang perlu diganti.
2. Kebocoran oli minor yang tidak diungkapkan
Banyak unit punya bekas rembesan oli di sekitar tutup mesin atau gasket. Yang perlu diwaspadai: kebocoran yang sudah dibersihkan tapi meninggalkan bekas gelap — tanda penjual sudah tahu ada kebocoran tapi tidak mengungkapkannya.
3. Ketidaksesuaian antara kilometer dan kondisi fisik
Odometer rendah tapi kondisi setir, pedal gas, dan pedal rem sudah sangat aus adalah kombinasi yang sering kami temui. Kalau setir sudah tipis lapisan kulitnya dan pedal aus sampai ke logam, tapi odometer menunjukkan angka rendah — itu patut dipertanyakan.
4. Bekas pengecatan ulang yang tidak diungkapkan
Sekitar separuh unit yang kami inspeksi punya setidaknya satu panel yang sudah pernah dicat ulang. Ini tidak selalu masalah besar — tapi pembeli berhak tahu sebelum deal.
5. AC yang tidak dingin optimal
Freon habis atau kompresor yang mulai lemah sering tidak terasa saat test drive singkat di pagi hari. Biaya isi freon tergolong murah, tapi kalau kompresornya yang bermasalah, angkanya bisa melompat signifikan.
Siap untuk Langkah Selanjutnya?
Kalau kamu punya unit incaran di Kediri Raya dan ingin tahu kondisi sebenarnya, jadwalkan inspeksi atau hubungi kami.